Sejarah Singkat Tongoi Papua

Tongoi Papua merupakan wadah pemersatu karyawan Papua di PT Freeport Indonesia maupun

perusahaan pendukung lainnya (perusahaan Privatisasi dan Kontraktor) di lingkungan kerja PT

Freeport Indonesia. Tongoi Papua dibentuk oleh sebagian besar karyawan Papua melalui

Musyawarah Besar (MUBES) Karyawan Papua pada tanggal 7 November 2006.

Pembentukan organisasi Tongoi Papua dilatarbelakangi oleh banyak alasan. Salah satu yang cukup

kuat pengaruhnya adalah kurang adanya perhatian serius dan itikat baik dari pihak manajemen PT

Freeport Indonesia, Privatisasi, dan Kontraktor terhadap pengembangan kualitas kerja sebagian

besar karyawan Papua sebelum tahun 2006. Pada umumnya karyawan Papua memandang bahwa

persoalan ini telah menjadi salah satu penghambat bagi mereka untuk dipromosi ke jenjang posisi

dan jabatan yang lebih tinggi ketimbang karyawan bukan Papua. Hal ini merupakan masalah

manajemen sumber daya manusia yang cukup serius yang menyebabkan sulit terbinanya hubungan

yang harmonis antara karyawan Papua dengan atasan mereka.

Beberapa karyawan Papua senior melihat masalah ini dari semua sisi, bukan hanya dari sisi

kelemahan manajemen perusahaan. Karena itu, pembentukan organisasi Tongoi Papua merupakan

salah satu inisiatif strategis karyawan Papua untuk membantu pihak manajemen dan pemerintah

daerah dalam mengatasi keluhan pengembangan karyawan serta masalah hubungan industrial dan

ketenagakerjaan lainnya di lingkungan kerja PT Freeport Indonesia, Privatisasi dan Kontraktor.

Dasar Pembentukan dan Kegiatan Tongoi Papua

1. Pancasila sebagai Falsafah dasar Negara Republik Indonesia;

2. Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Dasar Konstitusi Negara Republik Indonesia;

3. Konvensi ILO 98 mengenai kebebasan berserikat dan berkumpul yang diratifikasi oleh

Pemerintah Indonesia;

4. Undang-Undang No.21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

5. Undang-Undang No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khsus bagi Provinsi Papua.

6. Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

7. Peraturan Daerah Provinsi Papua No. 4 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan;

Tongoi Papua

Tongoi Papua adalah Organisasi Advokasi Karyawan dan Mitra Perusahaan PT Freeport Indonesia,

Privatisasi dan Kontraktor. Dari konteks peraturan pemerintah mengenai organisasi masyarakat

maka melalui forum MUBES Tongoi Papua, peserta MUBES telah membuat dan menyepakati

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi Tongoi Papua yang berasaskan

Pancasila dan UUD 1945 dengan prinsip Kebenaran, Keadilan, dan Kejujuran, yang sekaligus

sebagai nilai-nilai utama yang disnut dan diperjuangkan oleh pengurus Tongoi Papua.

Visi

Terwujudnya Karyawan Papua sebagai Mitra Kerja Perusahaan yang handal dan berintegritas

tinggi; professional dan bertanggung jawab.

Misi

Mewujudkan cita-cita pembangunan nasional dengan cara:

 Meningkatkan Pendidikan dan Keterampilan Karyawan Papua;

 Meningkatkan kesejahteraan Karyawan dan Keluarga;

 Memajukan Emansipasi Perempuan Papua;

 Sebagai media komunikatif handal antar stakeholders;

Tujuan

1. Menyiapkan karyawan Papua yang memiliki kompetensi yang unggul dan mampu bersaing

secara posetif dalam bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang diberikan perusahaan;

2. Memperjuangkan tingkat kesejahteraan yang layak bagi karyawan dan keluarga mereka;

3. Meningkatkan jumlah dan kualitas karyawan perempuan pada posisi jabatan strategis

manajemen Perusahaan;

4. Menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan bertanggungjawab melalui

komunikasi yang efektif dengan publik internal maupun eksternal perusahaan PT Freeport

Indonesia dalam rangka menjaga kegiatan operasional tetap berjalan lancar dan produktif.

Motto

“Kalau bukang sekarang, kapan lagi; kalau bukan kitorang, siapa lagi”

Program Kerja Tongoi Papua

Untuk mencapai visinya, Pengurus Tongoi Papua merumuskan 8 (delapan) program kerja yang

dikoordinir melalui 8 (delapan) Bidang Kerja Organisasi, yaitu:

1. Bidang Organisasi (Organization Field)

2. Bidang Pengembangan (Development Field)

3. Bidang Advokasi (Advocacy Field)

4. Bidang HUMAS & Urusan Eksternal (PR & External Affairs Field)

5. Bidang Kesejahteraan (Welfare Field)

6. Bidang Agama, Seni-Budaya & Olahraga (Religion, Art-Cuture & Sport Field)

7. Bidang Penanggulangan HIV/AIDS (Prevention of HIV/AIDS Field)

8. Bidang Pemberdayaan Perempuan (Empowerment of Women Field)

Keanggotaan Tongoi Papua

Anggota Tongoi Papua terdiri dari karawan (pekerja/buruh) asli Papua maupun non-Papua yang

bersedia mendaftarkan diri sebagai anggota Tongoi Papua. Sampai akhir tahun ini, jumlah anggota

Tongoi Papua sudah lebih dari 1000 orang pekerja/buruh.